Berita tentang Bandara Soekarno Hatta yang kembali di tutup mengingatkanku saat kepulanganku ke Indonesia February 2008 yg lalu.
Kejutan yang sangat mahal untuk seseorang karena ingin menghadiri wisuda nya. Dimulai dari mengganti jadwal keberangkatan dari Miami ke Jakarta yang tentu saja membutuhkan biaya tambahan sampai kehebohan keluarga yang ingin menjemput. Apakah hanya soal uang untuk mengganti jadwal keberangkatan?? Tidak, urusan cuti di kantor pun harus kembali dibicarakan dengan si Bos, beruntung memiliki Bos yang pengertian sehingga diijinkan dan memang menggunakan jatah cuti yang masih ada untuk tahun ini.
Berangkatlah dari Miami Airport Rabu sore 30 Januari 2008 yang seharusnya 1 Februari 2008. Semua keluarga dan teman dekat sepakat gak memberitau si yang akan diberi kejutan. Berdasarkan jadwal seharusnya aku sampai di Jakarta 1 Febuari sekitar jam 1 siang tapi yang terjadi benar-benar di luar bayangan.
10 menit mau mendarat di Bandara Soekarno-Hatta dari Hongkong, tempat transit ke 2 setelah Los Angeles, tiba2 pesawat memutar arah “Lho kenapa” dalam hatiku saat melihat layar tv di depan menunjukkan gambar pesawat yang memutar balik menuju ke utara. Dan kemudian ada pengumuman dari kru pesawat kalau bandara Soekarno-Hatta di tutup jadi diputuskan untuk mendarat di bandara Changi, Singapore. Ya ampun rasanya badan udah pegal sakit semua 2 hari di pesawat dan udah gak sabar mau pulang tapi harus ke Singapore dulu. Ya sudahlah sabaarrr, sampai di Changi penumpang harus tetap dalam pesawat karena akan mencoba mendarat lagi di Soekarno-Hatta setelah beberapa jam. Akhirnya aku mengabari keluarga yang mau menjemput karena khawatir kalau sampai menunggu gak tau kabar di Bandara, ternyata dari pihak keluarga yang mau menjemput, belum ada yang bisa sampai bandara karena macettt.
Jadi teringat sms tante sebelumnya “Semoga nanti Indonesia menyambutmu dengan ramah ya karena sedang banyak bencana alam dan cuaca sangat tidak pasti”. Dalam hati ku “Amieen”. Dan Indonesia memang menyambutku dengan ramah, koper 2 besar ku hilang gak ketemu setelah akhirnya kita berhasil mendarat di Bandara Soekarno-Hatta sekitar jam 7 malam. Semua kelelahan hilang saat keluar dari pintu bandara terminal 2 dan menghirup udara jakarta…. kesan pertama… bau rokok…hehehe I smile and said to my self “Welcome to Jakarta”
Perjuangan belum berhenti sampai di situ, melihat ke sekeliling gak ada taksi, gak ada bus, gak ada apapun hanya banyak sekali orang2 yang terlantar dengan koper2nya :-p, sedangkan yang ku bawa hanya satu koper kecil kabin yang isinya dokumen2 dan satu ransel gendong yang isinya laptop. Sekarang baru mikir kenapa dulu gak minta jemput kakak pakai motor ya. Tapi ya sudahlah gak kepikiran saking senengnya udah sampai di Jakarta.
Tiba2 ada bus yang dioperasikan oleh orang dalam bandara yang memungut Rp 50.000 per orang untuk di antar sampai Slipi. Wah lumayan nih akhirnya ku putuskan naik bus tersebut. Oh ya sebelum itu sempat ngobrol dengan orang asing yang gak begitu lancar berbahasa Indonesia, saat aku bilang aku baru kembali dari Amerika setelah 1.5 tahun, dengan wajah terkejut dia bilang “And no body pick you up?”, Aku ketawa pas dia nanya begitu karena mungkin dipikirannya kasian amat gak ada yang jemput pergi jauh2 udah lama hehehe dan aku jawab “They were trying but they couldnt make it due to the road was closed”, akhirnya dia ngerti dan bilang “Oh okey”.
Akhirnya naik bis tersebut setelah bayar Rp 50.000, dalam hati bersyukur koper 2 besar gak ketemu di tempat pengambilan bagasi karena kalau ketemu malah gak bisa bawanya dan dengan kondisi di bus yang cukup penuh akan menyulitkan penumpang2 yang lain. Jadi Indonesia tetap menyambutku dengan ramah kan, biar sulit tetap ada jalannya hehehe. Akhirnya bus meninggalkan bandara menuju slipi melalui jalan alternatif yang ternyata sama macetnya! bukan macet lagi tapi memang gak bisa bergerak. Ada yang sudah mulai gelisah di Bus dan mulai marah2 memaki infrastruktur Indonesia. Yah ampun kondisi begini marah2 males banget. Tapi untungnya sebagian orang di bus mencoba tetap santai dengan ngobrol dan cerita2 perjalanannya dari mana aja, ada yang baru dari Jepang, Australia, Medan, dll tapi tetap yang paling jauh adalah dari Miami, USA hehehe. Macetnya benar2 parah, gak bisa bergerak sampai lama, orang yang marah2 tadi udah capek sendiri juga dan beberapa orang masih mengobrol bertukar cerita sedangkan aku sudah tertidur pulas dengan memeluk tas ransel dan kaki mengapit koper kecil. Sebelumnya sempat meminjam ponsel orang lain untuk menelpon rumah dan memberi kabar lokasi (saat itu jam 9 malam). Ingin membatalkan kejutan dan ngasih tau yg mau diberi kejutan sebenarnya kalau sudah di Jakarta, tapi mmhh nggak deh malah nanti bikin panik lagi, jadi ya sudah tidur aja di bus, keluarga sudah diberi tau posisi aman jadi biar bisa tidur juga.
Dan akhirnya bus tiba di Slipi jam 1 pagi, lalu lintas sudah mendingan, para penumpang termasuk aku sendiri memilih diturunkan di Hotel The Sultan dan dari situ menyambung dengan taksi Blue Bird. Benar2 perjalanan panjang, taksi sampai di gang rumah jam 2 pagi, berjalan menyusuri gang rumah sambil menarik koper kecil, gak ada rasa lelah karena I am homeeee…
Dan sampailah di depan rumah dan tenyata orang tuaku tertidur di depan pintu masuk. Begitu aku masuk mereka terbangun dan wuaahh habis deh dipelukin dan gak beberapa lama kemudian semuanya jadi terbangun kakak2 dan saudara, akhirnya ngobrolah kita semua di ruang tamu sampai pagi!, busyet dalam hatiku padahal paginya mau ke wisuda, tapi ya udah akunya juga semangat bercerita ini itu jadi gak terasa capek dan kantuknya.
Setelah itu jam 7 pagi berangkat ke kampus UI untuk melihat wisuda.. ingin berada di sana dan bisa bilang “akhirnya”…. dan setelah 1,5 thn tidak ketemu wajahnya lucu karena semakin menggembil hehehe.. Gak sia2 perjalanan panjang tsb karena walaupun tertunda sampai jakarta tetap bisa menghadiri wisuda juga…
Harusnya wisuda nya dulu2 napa jadi gak nyusahin :-p
Recent Comments